Kebijaksanaan Perawatan Jangka Panjang

Penetapan kebijaksanaan jangka panjang secara ideal merupakan salah satu pengambilan keputusan pada perancangan sistem produksi. Fokus dari kebijaksanaan perawatan jangka panjang ini adalah:

1.  Perancangan keandalan setiap komponen atau fasilitas produksi sehingga dapat mencapai tingkat keandalan sistem produksi keseluruhan

2.  Penetapan kapasitas cadangan dengan pemberian komponen atau fasilitas standby pada operasi yang bersifat kritis untuk mengantisipasi kemacetan proses produksi.

Berikut ini akan diuraikan dua hal yang menjadi perhatian dalam penetapan kebijaksanaan perawatan jangka panjang.

1. Pengembangan tingkat keandalan

Pengembangan tingkat keandalan dapat dilakukan dengan peningkatan keandalan dari komponen atau fasilitas secara individu, mengubah aliran proses sehingga terbentuk aliran alternatif yang mungkin memiliki tingkat keandalan yang lebih baik, atau menerapkan keduanya. Namun hambatan yang sering dihadapi adalah kompleksitas sistem produksi. Tingkat reabilitas akan sulit diukur, dipertahankan, apalagi ditingkatkan bila yang dihadapi adalah proses produksi dengan sistem terintegrasi.

2. Penetapan kebutuhan komponen atau fasilitas standby

Pada kebanyakan proses produksi, munculnya kerusakan mengakibatkan gangguan yang serius pada proses secara keseluruhan, biaya kesempatan hilang, atau bahkan membuat lingkungan kerja menjadi tidak aman lagi. Cara yang sering dipakai untuk mengatasi masalah ini adalah dengan memanfaatkan komponen atau fasilitas sandby. Komponen atau fasilitas standby ini dapat disamakan dengan persediaan buffer pada sistem persediaan. Keduanya memiliki maksud untuk mempertahankan kelancaran proses produksi sesuai dengan tingkat yang diinginkan bilamana muncul gangguan terhadap proses produksi yang sedang berlangsung. Jika persediaan buffer memerlukan biaya penyimpanan ekstra, maka komponen atau fasilitas standby ini memerlukan biaya investasi tambahan dan biaya perawatan ekstra.

Untuk menentukan apakah komponen atau fasilitas standby diperlukan dan berapa jumlah optimumnya, maka diperlukan informasi yang akurat tentang distribusi peluang kerusakan, biaya yang berhubungan dengan kerusakan, dan biaya ekstra untuk komponen atau fasilitas standby tersebut. Seperti pengambilan keputusan tentang kebijaksanaan perawatan sebelumnya, kriteria utama di sini adalah biaya. Masalah yang muncul adalah berapa jumlah komponen atau fasilitas standby yang optimum sehingga penurunan biaya kesempatan yang hilang akibat kerusakan dapat ditutupi oleh kenaikan biaya karena adanya komponen atau fasilitas standby ini.

Advertising

Monster Kid Frame


@monsterkidframe