Interaksi

Dalam menentukan kebijaksanaan sistem perawatan, pihak manajemen dibatasi oleh beberapa kebijaksanaan sistem kontrol lainnya. Keadaan ini menimbulkan interaksi antara kebijaksanaan perawatan dengan kebijaksanaan lain, seperti penjadwalan, kontrol kualitas, perancangan sistem, dan persediaan. Pengelolaan yang baik akan menghasilkan kompromi yang optimal. Sebaliknya, tanpa pertimbangan yang tepat maka interaksi ini dapat menjadi sumber konflik yang potensial. Secara sistematis interaksi ini digolongkan menurut jangka waktu terjadinya.

Jangka Pendek

  • Interaksi antara perawatan dengan penjadwalan. Hal ini muncul karena pihak yang merawat menginginkan alokasi waktu perawatan seminimal mungkin. Di lani pihak penjadwalan selalu berusaha untuk memenuhi target batas waktu yang cenderung membutuhkan waktu perawatan yang besar.
  • Interaksi antar perawatan dengan persediaan. Interaksi ini disebabkan adanya kecenderungan bagi yang perawat untuk memilik suku cadang yang memadai. Sebaliknya, pihak penyedia seringkali berusaha menekan jumlah persediaan untuk minimasi total biaya inventori.

Jangka Panjang

  • Interaksi antara perawatan dengan kontrol kualitas, yang muncul disebabkan oleh pengambilan keputusan untuk menentukan tingkat keausan fasilitas yang diijinkan dan jarak waktu optimum antar-perawatan.
  • Interaksi antara perawatan dengan perancangan sistem. Penyebab dari masalah ini adalah adanya ketentuan jumlah karyawan dan grup perawatan yang optimum dengan pertimbangan biaya kesempatan fasilitas yang rusak dan upah karyawan perawatan.

Advertising

Monster Kid Frame


@monsterkidframe