ok and then we start with “saling klaim”

mungkin sudah biasa terdengar istilah saling klaim, seperti kasus yang menimpa negara kita Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sering berseteru dengan negara tetangga gara-gara saling klaim wilayah kekuasaan yang sering kali membuat kita panas dan nasionalisme kita meningkat seakan-akan “saya rela mati diterjunkan ke negara tetangga untuk membela harga diri kita”. tetapi: saya pribadi akan mau mati demi melakukan itu

dan ini pun tidak hanya terjadi pada negara Indonesia saja, di kampus saya Jurusan Teknik Perkapalan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya kami pun merasa jengah dan jengkel setengah mati. salah satu icon dari jurusan kami, hydromodelling (hydromodelling merupakan sebuah kegiatan pembuatan model kapal), diklaim oleh mahasiswa universitas tetangga bahwa mereka lah satu-satunya dan yang pertama mengembangkan hydromodelling di Indonesia.

betapa tidak meledak emosi kami, mereka berkoar-koar disalah satu stasiun TV swasta nasional. kenyataan yang terjadi mereka justru belajar/memahami dari  kami tentang hydromodelling, bahkan mereka menjadi peserta dalam ajang lomba National Ship Design and Race Competition (NASDARC) salah satu rangkaian kegiatan Semarak Mahasiswa Perkapalan ITS (SAMPAN ITS) dan kapal yang mereka lombakan itulah yang menjadi barang bukti mereka sebagai satu-satunya dan yang pertama mengembangkan hydromodelling di Indonesia. oh…shit, padahal tahun ini adalah pagelaran yang ke 4. sumpah serapah dan emosi yang berlebihan tidak hanya datang dari saya pribadi, hampir seluruh elemen warga, himpunan, dan bahkan dosen pun mengeluarkan pendapat yang sama.

emosi maupun sumpah serapah tidak akan memecahkan masalah yang sudah terjadi, lalu apa yang akan kita lakukan?.well.. kita akan merenung kembali atas kejadian ini. mungkin ini memang salah kita, “rumput tetangga lebih hijau dari rumput kita”. kita terlalu terlena dan tidak menyadari atas apa yang telah kita miliki hingga suatu saat apa yang kita miliki tersebut telah hilang. yang jelas 1 hal, kita akan bertindak. seluruh elemen warga pun telah siap untuk memulai kembali dan menunjukkan siapa sebenarnya kita.

tidak banyak yang bisa dijelaskan tentang manuver kita saat ini.

we’ll see….