ide ini berawal dari kuliah bisnis perkapalan  pada hari jum’at 2 oktober dimana di kuliah ini yang ada dikepala cuma bisnis-bisnis dan bisnis. dosen pengajar bukan sembarang orang tetapi Kajur T. Perkapalan sendiri.memang pada dasarnya kuliah ini hanya seperti sharing-sharing pengalaman dari sang dosen, kuliah yang nomaden karena hanya diikuti oleh 7 mahasiswa (tetapi pada hari itu muncul anggota baru, jadi kita berdelapan) memang tidak seperti kuliah-kuliah pada umumnya disamping itu juga karena mata kuliah ini tergolong baru.
pada hari itu kuliah berjalan seperti biasa membahas tentang bisnis, setelah membahas panjang lebar tentang bisnis sang dosen sempat menceritakan pengalaman masa lampau nya. lalu tiba-tiba muncul pertanyaan dari sang dosen.
bila disuruh memilih antara korupsi 250M dengan konsekuensi masuk penjara apakah mau terima apa tidak?.
buset..
pertanyaan macam apa itu!..
secara sepontan otak yang waktu itu isinya masih inget sama tuhan (mungkin karena masih dalam suasana lebaran) langsung menjawab tidak “katakan tidak untuk korupsi..”
*bintang penghargaan untuk saya dari KPK
lalu sang dosen pun bercerita tentang kisah-kisah para koruptor.
dari kisah singkatnya korupsi merupakan sebuah pekerjaan paling enak didunia.
bagaimana tidak.
jika seorang koruptor melakukan korupsi misalkan saja sebesar 10M (sangat kecil untuk ukuran koruptor Indonesia) kemudian sang koruptor tertangkap dan harus menjalani hukuman 1tahun penjara (mungkin bisa lebih singkat dari itu dengan keadaan hukum Indonesia saat ini) dan ditambah harus membayar denda paling tidak 1M. cukup menyembunyikan hasil korupsi tentu akan aman-aman saja.
bandingkan apabila sang koruptor itu tetap pada jalan yang baik.
seandainya dia pejabat teras dengan gaji perbulan mungkin sekitar 50jt. dengan gajinya yang sudah cukup besar selama setahun dia hanya memperoleh 600juta.
sebuah prospek bisnis yang sangat menguntungkan.
dengan gaji sebesar 600 juta pertahun sangat jauh apabila dibandingkan dengan hasil korupsi yang sebesar 9M (setelah dipotong biaya administrasi) apalagi dengan fasilitas penjara untuk napi kelas kakap saat ini tentu sangat menggiurkan. sebut saja nusakambangan yang memiliki helipad dan lapangan golf (buset, ni lapas ato resort?). sang koruptor apabila masuk penjarapun tidak perlu ambil pusing. makan terjamin, kesehatan terjamin, fasilitas memadai, cukup menikmati hukuman dan berkelakuan baik tentu hukuman akan berkurang dengan sendirinya. lalu bandingkan bila dia masih bekerja sebagai pejabat teras, tentu dia akan dipusingkan dengan banyak hal yang menyangkut pekerjaan.
toh setelah keluar penjara sang koruptor masih bisa bekerja lagi atau paling tidak pergi keluar negeri bikin usaha baru dengan uang hasil korupsinya.
huh sungguh sebuah lahan pekerjaan yang menggiurkan, pantas saja tidak ada yang kapok. tentu hasilnya akan berbeda bila hukum cina diterapkan di Indonesia. bisa berkurang banyak populasi penduduk Indonesia..

ide ini berawal dari kuliah bisnis perkapalan  pada hari jum’at 2 oktober dimana di kuliah ini yang ada dikepala cuma bisnis-bisnis dan bisnis. dosen pengajar bukan sembarang orang tetapi Kajur T. Perkapalan sendiri.memang pada dasarnya kuliah ini hanya seperti sharing sharing pengalaman dari sang dosen, kuliah yang nomaden karena hanya diikuti oleh 7 mahasiswa (tetapi pada hari itu muncul anggota baru, jadi kita berdelapan) memang tidak seperti kuliah-kuliah pada umumnya disamping itu juga karena mata kuliah ini tergolong baru.

pada hari itu kuliah berjalan seperti biasa membahas tentang bisnis, setelah membahas panjang lebar tentang bisnis sang dosen sempat menceritakan pengalaman masa lampau nya. lalu tiba-tiba muncul pertanyaan dari sang dosen.

bila disuruh memilih antara korupsi 250M dengan konsekuensi masuk penjara apakah mau terima apa tidak?.

buset..

pertanyaan macam apa itu!..

secara sepontan otak yang waktu itu isinya masih inget sama tuhan (mungkin karena masih dalam suasana lebaran) langsung menjawab tidak “katakan tidak untuk korupsi..”

*bintang penghargaan untuk saya dari KPK

lalu sang dosen pun bercerita tentang kisah-kisah para koruptor.

dari kisah singkatnya korupsi merupakan sebuah pekerjaan paling enak didunia.

bagaimana tidak.

jika seorang koruptor melakukan korupsi misalkan saja sebesar 10M (sangat kecil untuk ukuran koruptor Indonesia) kemudian sang koruptor tertangkap dan harus menjalani hukuman 1tahun penjara (mungkin bisa lebih singkat dari itu dengan keadaan hukum Indonesia saat ini) dan ditambah harus membayar denda paling tidak 1M. cukup menyembunyikan hasil korupsi tentu akan aman-aman saja.

bandingkan apabila sang koruptor itu tetap pada jalan yang baik.

seandainya dia pejabat teras dengan gaji perbulan mungkin sekitar 50jt. dengan gajinya yang sudah cukup besar selama setahun dia hanya memperoleh 600juta.

sebuah prospek bisnis yang sangat menguntungkan.

dengan gaji sebesar 600 juta pertahun sangat jauh apabila dibandingkan dengan hasil korupsi yang sebesar 9M (setelah dipotong biaya administrasi) apalagi dengan fasilitas penjara untuk napi kelas kakap saat ini tentu sangat menggiurkan. sebut saja nusakambangan yang memiliki helipad dan lapangan golf (buset, ni lapas ato resort?). sang koruptor apabila masuk penjarapun tidak perlu ambil pusing. makan terjamin, kesehatan terjamin, fasilitas memadai, cukup menikmati hukuman dan berkelakuan baik tentu hukuman akan berkurang dengan sendirinya. lalu bandingkan bila dia masih bekerja sebagai pejabat teras, tentu dia akan dipusingkan dengan banyak hal yang menyangkut pekerjaan.

toh setelah keluar penjara sang koruptor masih bisa bekerja lagi atau paling tidak pergi keluar negeri bikin usaha baru dengan uang hasil korupsinya.

huh sungguh sebuah lahan pekerjaan yang menggiurkan, pantas saja tidak ada yang kapok. tentu hasilnya akan berbeda bila hukum cina diterapkan di Indonesia. bisa berkurang banyak populasi penduduk Indonesia..