laporan terkini tentang kegiatan tim ITS di PIMNAS XXII UNIBRAW selama beberapa hari kedepan

hari pertama di Malang menjelang PIMNAS.

enggak banyak yang bisa diceritakan. seperti biasa (bukan budaya orang Indonesia, cuma kebiasaan buruk yang telah berusia ratusan tahun) jadwal keberangkatan selalu saja terlambat. padahal menurut jadwal kita harus sudah kumpul di DR. Angka jam 9 pagi. ternyata eh ternyata masih saja ada yang dateng lewat dari jam itu. termasuk aku sendiri yang dateng jam 9.03, padahal jalanan dari kos-an sampe tempat kejadian sangat sepi berhubung masih dalam rangka liburan. tetapi yang namanya jalan pake kaki bukan naek kendaraan, kondisi jalan macam apapun enggak pengaruh, mau macet apa enggak hasilnya tetep enggak ngefek.

setelah perjalanan yang melelahkan dan memuakkan (karena jalan sendirian) akhirnya sampe juga di tempat kejadian. sampe disana luntang-lantung enggak karuan nunggu komandan (penanggung jawab) panitia tim GKM. saking luntang-lantungnya naek bisa manapun enggak pake mikir. dan ternyata sang komandan adalah orang yang datang paling terakhir (hampir jam 10). dan akhirnya perjalanan pun dimulai.

ketika dijalan keadaan di dalam bis sangat tenang. semua pada tidur.

saesampainya di Malang tepatnya di hotel K*******U, hotel yang tepatnya lebih mirip sebuah motel ataupun hotel ++ ini aku kembali terlunta-lunta enggak jelas. dikala yang lain dengan muka girangnya mendapatkan jatah kamar ++ nya mondar-mandir seliweran didepan mata ku, dan melihat keadaan ku yang lebih mirip gembel berkelas duduk diam di tangga hotel sambil denger musik. waktu berlalu dan akhirnya pun dapat kamar. kamar paling atas dan paling ujung. paling strategis buat ++.

makan siang pun tiba, dan tidak disangka bahwa makan siangnya berupa nasi kotak berisi ayam yang di kotaknya ada tulisan McD. kalo dilihat dari tampilan luarnya begitu sangat menggoda, tetapi ketika dibuka sangat mengejutkan. sungguh tidak proporsional!!. ukuran antara nasi dengan ayam nya sangat tidak proporsional. seperti pribahasa kuno “lebih besar ayam dari pada nasi”. orang ITS yang cenderung lebih memilih nasi ketimbang lauknya mungkin akan tercengang melihatnya. dan  setelah makan dengan biadapnya karena kelaparannya sang perut tidak bisa diajak kompromi. sakit peruuut…