secara visual:
pada video klip menampilkan artis yang sedang menyanyikan lagunya, pada live perform juga sama.
segi kualitas suara:
kualitas suara waktu live perform sebagus seperti video klip

terus apa bedanya nonton live perform dengan nonton video klip?

terlalu banyaknya artis pendatang baru, hanya dengan modal 1-2 lagu sudah cukup untuk bisa terkenal yang penting ASAP (asal penonton senang sob!).  terkadang suara yang pas-pasan pun mudah diakali, teknologi sudah maju bos. saking majunya sampai-sampai suara sang vokalis waktu live perform dengan di CD ato kaset pun enggak jauh beda. apa sound system panggung yang kelewat yahud ya?..

gara-gara kemajuan teknologi itu pula, suara yang awalnya caur bisa disulap menjadi berkelas (muka boleh orang pedalaman tapi suara Tompi punya). gara-gara hasil sulap itu pula yang membuat tidak adanya kebanggaan pada hasil karya mereka.

betulkan jika dibilang tidak ada kebanggaan terhadap hasil karya sendiri!

toh tujuan artis (tidak semua artis sih, tp dalam kasus ini dubbers band) selama ini cuma popularitas dan duit. apapun bisa dilakukan untuk mencapai tujuan itu dan salah satunya ya itu tadi. berawal dari masuk dapur rekaman dengan suara yang di”upgrade”  dan berujung pada ketidak percayaan diri mereka ketika menyanyikan lagu mereka sendiri. semakin dikit artis ataupun band yang benar-benar live perform didepan fansnya sendiri. mereka lebih bangga tampil dengan lipssync, prinsip ekonomi “sedikit usaha raih keuntungan sebesar-besarnya”.

kesimpulan hari ini:

come on..fans buka terguna-guna oleh suaramu, tapi hasil karyamu. enggak peduli hasil nyolong, buatan orang yang penting itu nyata. dan hargai mereka, enggak peduli apapun alasannya yang pasti mereka ingin dengerin lagu kesukaan mereka dinyanyiin sama idola mereka.

ada yg mau comment?