“G**eli….belanja di sebuah TOSERBA,,bayar nya pake uang,,tapi kembaliannya gak uang semua,malah ada permennya,,anc*k,,aq tuku gawe duit c*k,,mbalikno ne yo karo duit…ojo karo permen,,nek mbalikno ne gawe permen,,brarti aq iso tuku karo permen menisan no,,”

umpatan salah seorang teman yang maknanya uang akan segera hilang dari peradaban.

mungkin terlalu berlebihan kalo uang akan hilang dari peradaban, uang yang maksudnya sebagai pengganti metode barter (metode yang sudah lama ditinggalkan di era maju ini) bertujuan untuk mempermudah dalam melakukan transaksi. tapi keadaan sekarang mulai berubah, pasti salah satu bahkan hampir semua yang membaca ini pernah mendapat kan kembalian berupa “permen” dengan alasan

“maaf mas, enggak ada uang kecil.kembalian permen enggak apa ya!.”

kita bayar pake uang tapi knapa kembaliannya dapet permen. padahal kita enggak beli permen. kita sebagai konsumen mungkin terima-terima aja, brani macem2 bisa2 enggak dikasih kembalian. tapi apakah toko itu terima kalo kita bayar pembelian kita dengan sejumlah permen?..

kesimpulan hari ini:

jaman terus berputar, jual beli diawali dengan metode barter kini mulai mengarah kembali ke metode kuno.

ada yg mau comment?